Perangi Teror Siber dan Kebocoran Data, UNSRI Bekali Mahasiswa Menjadi "Cyber-Ready Graduate"
Palembang, 14 Februari 2026 - Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah menempatkan data sebagai komoditas berharga, namun di sisi lain, kerentanan terhadap serangan siber menjadi ancaman nyata yang tidak bisa diabaikan. Merespons situasi keamanan digital yang kian mengkhawatirkan, CDC by Subdirektorat Alumni Universitas Sriwijaya (UNSRI) resmi menyelenggarakan Soft Skills Training bertajuk "Cyber-Ready Graduate: Transformasi Mahasiswa menuju Profesional yang Aman, Berintegritas dan Sadar Privasi".
Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban atas keresahan civitas akademika UNSRI dalam beberapa hari terakhir. Lingkungan kampus sempat diguncang oleh maraknya isu kebocoran data pribadi yang berdampak langsung pada mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa yang melaporkan adanya teror telepon dari pihak asing atau orang tidak dikenal yang memiliki informasi pribadi mereka secara akurat.
Fenomena ini ditegaskan bukan sekadar masalah teknis semata, melainkan ancaman serius yang menyasar privasi, keamanan finansial, hingga reputasi profesional individu di masa depan. Pelatihan ini hadir sebagai langkah preventif dan edukatif untuk memitigasi risiko tersebut sebelum mahasiswa melangkah ke dunia kerja.
Mahasiswa tingkat akhir dan alumni fresh graduated diidentifikasi sebagai kelompok yang paling rentan terhadap serangan siber. Dalam fase transisi menuju karier profesional, mereka cenderung aktif membagikan data sensitif melalui berbagai platform rekrutmen digital demi mendapatkan pekerjaan.
Kondisi ini sering kali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan melalui:
Modus Job Scam: Penipuan lowongan kerja yang menjanjikan posisi menggiurkan namun bertujuan mencuri data pribadi atau uang.
Serangan Phishing: Upaya manipulatif untuk mendapatkan kredensial akun melalui komunikasi elektronik yang terlihat sah.
Eksploitasi Jejak Digital: Ketidaktahuan mahasiswa dalam mengelola informasi di internet dapat berakibat fatal bagi rekam jejak digital mereka.
Kegiatan yang dilaksanakan secara luring pada 14 Februari 2026 ini menghadirkan pakar industri, Muhammad Rifki yang merupakan alumni UNSRI sekaligus Cyber Security Consultant dari Bitdefender, untuk memberikan bimbingan langsung kepada peserta. Metode pelaksanaan dirancang sangat praktis dan interaktif.
Pada kesempatan ini narasumber mengupas tuntas bentuk-bentuk ancaman siber terbaru yang spesifik menyasar lulusan baru (fresh graduates), Peserta juga diajarkan bagaimana mendeteksi kebocoran data pribadi secara langsung. Serta simulasi langkah-langkah penghapusan informasi sensitif dari ruang publik digital untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan. pada kesempatan ini juga dibedah contoh email dan WA penipuan lowongan kerja agar mahasiswa/alumni mampu membedakan peluang karir yang sah dengan skema penipuan.
Melalui kegiatan ini, Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph.D., selaku Ketua Subdit Alumni, berharap adanya pergeseran paradigma di kalangan mahasiswa. Perlindungan data pribadi tidak boleh lagi dipandang sebagai beban administratif yang rumit, melainkan harus menjadi tanggung jawab etis dan profesional yang melekat pada setiap individu.
Berikut adalah beberapa draf testimoni dari sudut pandang peserta yang mengikuti kegiatan "Cyber-Ready Graduate" di Universitas Sriwijaya, disusun dengan menggabungkan materi pelatihan dan keresahan terkait isu keamanan siber saat ini
"Awalnya saya ikut pelatihan ini karena merasa cemas setelah mendengar banyak teman-teman di kampus yang diteror telepon misterius dari orang asing. Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sedang aktif melamar kerja, saya sering asal menyebar CV di berbagai platform tanpa memikirkan keamanan data. Lewat sesi bersama Mas Muhammad Rifki, saya baru sadar betapa bahayanya job scam dan phising yang mengincar fresh graduate. Praktik langsung mendeteksi kebocoran data pribadi tadi sangat membuka mata-ternyata ada informasi sensitif saya yang sudah tersebar dan saya belajar cara menghapusnya secara mandiri. Sekarang saya merasa lebih siap dan aman untuk melamar kerja secara profesional."
Sementara itu dari dari peserta lain mengungkapkan bahwa
"Pelatihan Cyber-Ready Graduate ini benar-benar relevan dengan kondisi sekarang. Isu kebocoran data di lingkungan UNSRI kemarin memang sempat bikin khawatir, apalagi menyangkut privasi dan finansial. Di sini, kami tidak hanya belajar teori, tapi benar-benar diajarkan membangun budaya sadar privasi sebagai etika profesional. Bagian yang paling seru adalah saat bedah kasus email penipuan lowongan kerja. Saya jadi tahu perbedaan detail antara loker asli dan palsu. Materi ini menjadi nilai tambah buat saya agar nantinya bisa menjaga keamanan diri dan juga instansi tempat saya bekerja setelah lulus nanti."
Dengan penguasaan etika digital dan ketahanan terhadap penipuan siber, lulusan UNSRI diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja global. Lebih dari itu, kesadaran kolektif ini secara tidak langsung akan melindungi reputasi Universitas Sriwijaya dengan mengurangi dampak negatif dari insiden kebocoran data di masa mendatang. (DKIA, 14/02/2026)
Pendidikan Berkualitas
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Industri, Inovasi dan Infrastruktur
Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh