Subdirektorat Alumni UNSRI

Follow Us

Berita Umum

  • Home
  • UNSRI Buka Kursus Mandarin, Bidik Lulusan Kerja di Perusahaan China dengan Gaji di Atas 1,2 Kali UMR
icon Berita Umum
icon 21 May 2026

UNSRI Buka Kursus Mandarin, Bidik Lulusan Kerja di Perusahaan China dengan Gaji di Atas 1,2 Kali UMR

PALEMBANG, 21 Mei 2026 - Universitas Sriwijaya (UNSRI) bergerak cepat menangkap peluang investasi besar-besaran Tiongkok di Indonesia. Melalui Subdirektorat Alumni dan UPT Bahasa, UNSRI akan resmi membuka layanan Kursus Bahasa Mandarin pada bulan Juli 2026 nanti untuk mempersiapkan mahasiswa dan alumni menembus pasar kerja internasional.


Program ini ditargetkan secara konkret untuk mendongkrak daya saing lulusan agar langsung terserap oleh perusahaan mitra asal Tiongkok, khususnya menjelang perhelatan Chinese Industrial Expo yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2026 di kampus bukit universitas Sriwijaya.


"Program ini tidak hanya berorientasi pada pelatihan bahasa, tetapi menjadi strategi peningkatan daya saing alumni. Dalam jangka pendek, kami menargetkan 500an alumni fresh graduated yang lulus pada tahun 2025 dan 2026 mampu terekrut dan memperoleh peluang kerja dengan penghasilan di atas 1,2 kali UMR, pada kegiataan expo tersbut" ujar Kepala Subdirektorat Alumni UNSRI, Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph.D.


Target tersebut dinilai realistis mengingat lonjakan ekspansi perusahaan-perusahaan China di sektor industri, manufaktur, dan perdagangan internasional di Indonesia, termasuk Sumatera yang pasti membutuhkan talent-talent berkualitas. Dengan hadirnya pelatihan intensif ini, UNSRI menjawab tantangan sebagai universitas yang memposisikan alumninya sebagai prioritas utama yang siap pakai di level manajerial dan teknis profesional.


Selain pelatihan bahasa, program ini merupakan langkah awal UNSRI dalam membangun Mandarin Center, yang diproyeksikan menjadi cikal bakal Confucius Center - pusat pengembangan bahasa dan budaya Mandarin yang terintegrasi dengan jejaring pendidikan global sebagaimana pembicaraan yang disepakati bersama dengan Konjen China yang ada di Medan saat kunjungan ke UNSRI tanggal 16 April 2026 lalu.


Skema pembelajaran intensif bahasa mandarin bagi alumni dan mahasiswa di UPT bahasa ini  nantinya dirancang secara adaptif dan tidak sekadar menghafal kosakata. Peserta akan digembleng dengan kurikulum bahasa Mandarin praktis yang berorientasi pada istilah-istilah industri, manufaktur, dan korespondensi bisnis internasional sebagai persiapan memasuki dunia kerja. Pihak kampus juga menjadwalkan kelas simulasi wawancara kerja (mock interview) langsung dengan penutur asli (native speaker)  dalam kegiatan pelatihan intensif tersebut.


Selain untuk memperpendek masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan layak, subdit alumni dan subdit kerjasama yang berada di bawah direktorat kerjasama, internasionalisasi dan alumni ini berusaha diproyeksikan program ini untuk mendongkrak capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Sriwijaya, khususnya IKU 1 (Lulusan Mendapat Pekerjaan yang Layak) dan IKU 6 (Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia) sebagai bagian dari kemandirian membangun jejaring global.


Ke depan, sinergi ini tidak berhenti pada penyaluran tenaga kerja semata, melainkan membuka keran transfer teknologi secara masif. Kepala Subdirektorat Kerja Sama UNSRI, Ir. Sabaruddin, M.Sc., Ph.D., bersama Shanti Dwita Lestari, S.Pi., M.Sc., Ph.D., mengonfirmasi bahwa pasca-pelaksanaan Chinese Industrial Expo, agenda akan dilanjutkan dengan penjajakan rekrutmen mahasiswa asing terutama yang berasal dan China dan program magang bersertifikat internasional. Langkah ini diharapkan mampu mentransformasi Universitas Sriwijaya dari institusi pendidikan lokal menjadi pusat inovasi yang relevan dengan arus ekonomi global.


Implementasi program ini dikawal langsung oleh Kepala UPT Bahasa UNSRI, Dr. Drs. Djunaidi, MSLS. "Kami berkomitmen penuh memfasilitasi kebutuhan kebahasaan ini guna mempercepat internasionalisasi kampus", ungkap Djunaidi. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi oleh Joni Hajri, S.E., M.Si. selaku Tata Usaha (TU) UPT Bahasa dan Tirta Nirmala, S.Si. di bagian Keuangan selaku tim pengembangan layanan bahasa.


Untuk memastikan kualitas pengajaran berstandar industri, UNSRI menggandeng praktisi profesional dari Universal Education & Training Center (Universal ETC) Palembang yang pada hari ini diwakili oleh Wahyu, S.T., M.Pd., selaku Pelaksana Harian 2 yang merangkap Penanggung Jawab UETC, Lelia Apriana, S.Kom., selaku Koordinator UETC, dan Lukmin Kurniawaty, B.Ed., selaku Manajer Operasional IICEC. Mereka menyampaikan optimismenya terhadap kolaborasi ini. "Kebutuhan industri saat ini bukan sekadar tahu bahasa Mandarin dasar, melainkan pemahaman regulasi teknis dan budaya kerja. Kami menyusun modul khusus agar alumni UNSRI memiliki branding yang kuat di mata HRD korporasi Tiongkok," jelas Wahyu.


Hal senada ditegaskan oleh Lelia Apriana, S.Kom., selaku Koordinator UETC, yang menyebutkan bahwa kurikulum akan dipantau secara ketat agar selaras dengan target waktu yang singkat jelang expo. Sementara itu, Lukmin Kurniawaty, B.Ed., selaku Manajer Operasional IICEC, menambahkan dari sisi kesiapan ekosistem kebudayaan. "Bahasa adalah pintu masuk, namun pemahaman etos kerja internasional adalah penentunya. Kami memastikan aspek ini tertanam dalam setiap sesi pelatihan," tutur Lukmin.


Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Universitas Sriwijaya menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan global, sehingga para alumni tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga memiliki kesiapan komunikasi lintas budaya yang menjadi kunci sukses di tingkat internasional.