Memperkuat Kesiapan Kerja Lulusan, Subdit Alumni Jajaki Kolaborasi Strategis dengan ONE Indonesia
PALEMBANG, 19 Mei 2026 - Dalam upaya mempercepat penyerapan lulusan di dunia kerja dan meningkatkan kompetensi digital mahasiswa, Subdirektorat (Subdit) Alumni mengadakan pertemuan strategis dengan PT Orbit Nasional Edukasi (ONE Indonesia). Pertemuan yang berlangsung produktif ini dihadiri langsung oleh CEO ONE Indonesia, Roslani Christanti, guna membahas berbagai program kolaborasi yang dirancang untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri modern.
Dari pihak Subdit Alumni, pertemuan penting ini dihadiri oleh Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph,D beserta Dr. Meilinda, M.Pd., yang menyambut baik inisiatif kemitraan ini. Fokus utama dari pembahasan tersebut adalah penyusunan program bersama yang mencakup pembukaan lowongan pekerjaan, pelaksanaan pelatihan kesiapan menghadapi dunia kerja (career readiness program), serta penyelenggaraan intensif bootcamp.
CEO ONE Indonesia, Roslani Christanti, menyampaikan bahwa ONE Indonesia sebagai perusahaan pengembangan talenta digital yang terintegrasi berkomitmen penuh untuk menjadi jembatan bagi potensi talenta muda. Dalam pertemuan tersebut, ia memaparkan kesiapan ONE Indonesia untuk mendukung universitas melalui penyediaan akses rekrutmen langsung, magang, hingga program peningkatan kapasitas hard skills dan soft skills yang relevan dengan tren industri saat ini, seperti teknologi AI dan otomasi.
"Kami ingin memastikan para mahasiswa dan alumni tidak hanya memiliki bekal akademis, tetapi juga ketangguhan digital (digital resilience) serta kemampuan praktis yang dicari oleh industri berbasis data saat ini," ujar Roslani.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Deris Stiawan selaku perwakilan dari Subdit Alumni menekankan pentingnya sinergi ini. Kolaborasi dengan ONE Indonesia dinilai sangat strategis bagi Pusat Karir dan Alumni Center dalam memperluas jejaring kemitraan, merancang program edukasi karir yang tepat sasaran, serta meningkatkan nilai tambah (employability) bagi alumni agar mampu bersaing secara global.
Melalui pertemuan ini,
kedua belah pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti rencana kerja sama ini
ke dalam nota kesepahaman formal (MoU). Langkah konkret awal yang direncanakan
meliputi integrasi platform rekrutmen lowongan kerja, serta pelaksanaan Bootcamp
Career Readiness yang dirancang khusus untuk mempersiapkan lulusan agar
langsung siap kerja dan terserap optimal di berbagai sektor industri.
Selain program pelatihan dan lowongan kerja konvensional, pertemuan tersebut juga menjajaki peluang integrasi teknologi HR berbasis Kecerdasan Buatan (AI) milik ONE Indonesia untuk mengoptimalkan pemetaan potensi alumni. Dengan adanya sistem AI CV Screening dan AI Talent Matching, Subdit Alumni berharap proses penyaluran kerja dapat berjalan lebih presisi dan efisien, sehingga profil lulusan dapat langsung dicocokkan dengan kriteria spesifik yang dibutuhkan oleh perusahaan mitra penyerap tenaga kerja.
Prof. Deris menambahkan bahwa tantangan terbesar lulusan baru saat ini bukan hanya masalah teknis, melainkan juga adaptasi mental dan keterampilan non-teknis (soft skills) ketika memasuki ekosistem korporasi. Oleh karena itu, program bootcamp yang akan disusun nantinya tidak hanya berfokus pada kurikulum teknologi, tetapi juga mencakup simulasi wawancara kerja, penguatan kepemimpinan, kerja sama tim, hingga pemahaman mendalam mengenai etika profesional di tempat kerja.
Pendidikan Berkualitas
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan