Subdirektorat Alumni UNSRI

Follow Us

Berita Umum

  • Home
  • Mempersiapkan Alumni dalam Kegiatan Chinese Industrial Expo di Bulan Oktober 2026, UNSRI Gelar "Mandarin Career Talk" untuk Bedah Peluang Industri China
icon Berita Umum
icon 25 Apr 2026

Mempersiapkan Alumni dalam Kegiatan Chinese Industrial Expo di Bulan Oktober 2026, UNSRI Gelar "Mandarin Career Talk" untuk Bedah Peluang Industri China

PALEMBANG - Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni (DKIA), subdit alumni sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk "UNSRI Goes to Chinese Industrial Expo: Mandarin Career Talk" pada Sabtu, 25 April 2026. Acara yang berlangsung di Aula D3 Fakultas Ekonomi ini bertujuan untuk membekali mahasiswa tingkat akhir dan alumni agar mampu bersaing di tengah masifnya investasi perusahaan China di Indonesia.

Ekspansi besar perusahaan China di berbagai sektor, mulai dari hilirisasi nikel hingga teknologi digital, telah menciptakan ribuan lapangan kerja setiap tahunnya. Namun, kondisi ini menyisakan celah signifikan di mana banyak posisi strategis belum mampu diisi oleh talenta lokal secara optimal. Menanggapi hal tersebut, UNSRI mengambil langkah konkret untuk memastikan alumninya menjadi pemain kunci dalam rantai pasok talenta global yang menuntut kedisiplinan tinggi dan adaptabilitas budaya.

"Kegiatan ini hadir sebagai intervensi konkret untuk membedah ekspektasi pemberi kerja dan membekali mahasiswa dan alumni dengan bekal yang relevan sebelum mereka memasuki duni kerja" jelas Prof Deris Stiawan selaku kepala subdit alumni.

Acara ini menghadirkan para profesional dan alumni yang telah sukses berkarier di industri terkait untuk memberikan wawasan langsung. Para pemateri tersebut antara lain:

  • Susi Susanti, B.Ed., MTCSOL (Quality Control Guru Mandarin Universal ETC).

  • Hanna Simamora (Finance Accounting Tax Manager PT Angel Yeast Budi Indonesia).

  • M. Zaki Shofahaudy, S.T. (Manager Tissue Machine 12 PT Oki Pulp and Paper).

Rangkaian kegiatan dibagi menjadi beberapa sesi utama, meliputi Literasi Industri untuk membedah struktur organisasi dan etika kerja, Mentorship Bridge sebagai ajang berbagi pengalaman nyata, serta Han-Go Clinic yang memberikan motivasi mengenai pentingnya bahasa Mandarin sebagai aset karier.

Tingginya minat peserta terlihat fokus peserta yang tidak beranjak dari kursi yang mereka duduki dari awal sampai akhir kegiatan. Selain mendapatkan materi yang berkualitas secara gratis, para peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas eksklusif seperti e-sertifikat dan voucher kursus Mandarin sebagai persiapan menyongsong Chinese Job Fair pada Oktober 2026 mendatang.

Salah satu peserta, Andi, seorang mahasiswa tingkat akhir, menyatakan antusiasmenya. "Acara ini benar-benar membuka mata saya bahwa bahasa Mandarin bukan sekadar hobi, tapi aset karier yang nyata di industri saat ini. Sesi simulasi interview-nya sangat membantu saya memahami apa yang sebenarnya dicari oleh perusahaan China," ungkapnya.

Senada dengan Andi, seorang alumni bernama Sari merasa sangat terinspirasi oleh kehadiran para praktisi. "Sangat menginspirasi melihat alumni UNSRI sudah banyak yang sukses menjadi manajer di perusahaan besar seperti PT Oki Pulp and Paper. Tips tentang cara beradaptasi dengan budaya kerja yang dinamis terutama perusahaan china yang ada di Indonesia memberikan saya rasa percaya diri lebih untuk melamar nanti," tuturnya.

Tidak hanya mendengarkan pemaparan, para peserta juga terlibat aktif dalam sesi tanya jawab terkait trik dan tips memasuk praktik dan simulasi interview untuk meruntuhkan hambatan kompetensi dan membangun kepercayaan diri. Mahasiswa diajarkan strategi belajar bahasa Mandarin dasar tanpa tenses yang rumit serta praktik perkenalan diri dalam standar wawancara kerja.

Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan manifestasi komitmen UNSRI dalam meningkatkan kualitas lulusan agar mendapatkan posisi profesional dengan standar gaji kompetitif. Melalui perluasan jejaring global ini, UNSRI mempertegas posisinya sebagai hub pengembangan karier yang berorientasi global di wilayah Sumatera Selatan sekaligus berkontribusi nyata terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU 1) universitas.