Workshop Strategi Penyerapan Lulusan PTKI di Era AI: Dorong Transformasi dari Link & Match Menuju Lulusan Berdampak
Transformasi dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) menuntut perguruan tinggi untuk menghadirkan strategi baru dalam mempersiapkan lulusan. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia, Komisi VIII DPR RI, bersama UIN Raden Fatah Palembang menyelenggarakan Workshop Strategi Penyerapan Lulusan PTKI pada Dunia Kerja sebagai ruang kolaborasi untuk merumuskan langkah konkret meningkatkan daya saing lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Raden Fatah Palembang ini menghadirkan Kasubdit Alumni Universitas Sriwijaya, Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph.D., sebagai narasumber utama dengan materi bertajuk Transformasi Strategi Keterserapan Lulusan PTKI di Era AI: Dari Link & Match menuju BERDAMPAK.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dunia industri (DUDI), dan jejaring alumni agar lulusan PTKI memiliki kompetensi yang relevan sekaligus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam laporan pembukaan, Dr. Alimron, M.Ag., yang mewakili Dekan FITK UIN Raden Fatah Palembang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda perdana tahun 2026 dalam rangkaian program NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) yang kini memasuki tahun kedua penyelenggaraan. Menurutnya, NGOPI merupakan hasil kolaborasi Komisi VIII DPR RI Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I bersama tiga direktorat di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia, yaitu Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Kurikulum, Kelembagaan, Sarana dan Prasarana, serta Kesiswaan.
Sementara itu, Wakil Rektor I UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Munir, M.Ag., mengapresiasi FITK yang dinilai responsif membangun berbagai bentuk kerja sama strategis. Ia menyampaikan bahwa jumlah agenda NGOPI mengalami peningkatan signifikan, dari sekitar 20 kegiatan pada tahun 2025 menjadi 26 kegiatan pada tahun 2026. Prof. Munir juga menyoroti kolaborasi FITK dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Program Kualifikasi PAUD sebagai bukti penguatan jejaring kelembagaan. Ia berharap para narasumber dapat membagikan pengetahuan, pengalaman, dan sanad keilmuan yang relevan sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi sivitas akademika dan peserta workshop.

Dalam sesi utama, Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph.D. memaparkan bahwa perubahan lanskap pekerjaan akibat AI bukan hanya mengubah jenis profesi, tetapi juga mengubah kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa paradigma pengembangan lulusan PTKI perlu bergerak dari sekadar konsep link and match menjadi pendekatan yang lebih luas, yaitu BERDAMPAK membangun lulusan yang mampu berkontribusi, beradaptasi, dan menciptakan nilai bagi masyarakat, institusi, maupun dunia industri. Menurut Prof. Deris, lulusan masa depan tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik dan spiritual, tetapi juga harus menguasai literasi digital, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi AI, komunikasi, kolaborasi, serta pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning).
Melalui penguatan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, perluasan program sertifikasi kompetensi, peningkatan keterampilan digital, optimalisasi pusat karier kampus, hingga pengembangan kemitraan dengan DUDI dan alumni, PTKI diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi perubahan pasar kerja nasional maupun global. Selain menjadi forum berbagi pengalaman dan praktik baik, kegiatan ini diharapkan melahirkan rekomendasi strategis bagi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam membangun ekosistem penyiapan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Pendidikan Berkualitas
Kesetaraan Gender
Berkurangnya Kesenjangan
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan