UNSRI Perkuat Pengelolaan Tracer Study dan Alumni: Optimalkan Pengambilan Data dan Pola Komunikasi dengan Lulusan
PALEMBANG, 27 Agustus 2026 â Pemilihan momentum pengambilan data dan pola komunikasi pada lulusan yang telah memasuki dunia kerja maupun menjalankan usaha menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan tracer study. Waktu pengumpulan data yang tepat dapat membantu perguruan tinggi mendapatkan data alumni yang berkualitas, jangan sampai karena di kejar waktu, kita mengambil data alumni saat baru lulus atau mengambil data yang sama pada satu orang alumni berkali-kali.
Hal tersebut disampaikan Dr. Ir. Hertiari Idajati, S.T., M.Sc., Kepala Subdit Pengembangan Kewirausahaan dan Karier Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dalam kegiatan Penguatan Peran Alumni dalam Pelaksanaan Tracer Study di Universitas Sriwijaya (UNSRI) Kamis lalu. Hertiari menilai tingkat respondent rate tracer study UNSRI sudah baik. Berbagai kegiatan yang dilakukan Subdit Alumni untuk mendukung jumlah alumni yang berwirausaha, bekerja dan lanjut studi dinilai juga telah mendukung upaya memperoleh data tracer study alumni yang berkualitas.
Dalam pelaksanaannya, Tracer Study tidak hanya bertujuan menghimpun data lulusan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memotret relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, tingkat penyerapan lulusan, hingga masukan dari para alumni terhadap proses pendidikan di Universitas Sriwijaya. Melalui diskusi dan sesi berbagi praktik baik, peserta membahas berbagai strategi untuk meningkatkan tingkat partisipasi alumni dalam pengisian Tracer Study. Momentum pengambilan data dinilai sangat menentukan keberhasilan survei, terutama ketika lulusan telah memiliki pengalaman kerja yang cukup sehingga mampu memberikan gambaran mengenai transisi dari dunia pendidikan ke dunia profesional maupun kewirausahaan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung LB Prof. Djojoeni Moekti, Kampus UNSRI Bukit Besar, Palembang, tersebut diikuti tim tracer study fakultas, tim surveyor, dan ambassador alumni UNSRI. Acara dibuka oleh Direktur Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni UNSRI, Prof. Dr. Ir. Filli Pratama, M.Sc. (Hons), Ph.D.
Selain Hertiari, kegiatan tersebut menghadirkan Khalisa Rieke Devianti, Customer Service Associate Kinobi.Pengelolaan alumni di UNSRI selama ini didukung berbagai program yang berkaitan dengan kesiapan mahasiswa dan lulusan memasuki dunia kerja. Program tersebut antara lain campus hiring, pelatihan soft skills, asesmen, dan konseling karier. Berbagai layanan itu tidak hanya memberikan akses kepada mahasiswa dan alumni terhadap informasi serta peluang kerja, tetapi juga menjaga hubungan antara universitas dan lulusannya. Hubungan yang terpelihara dapat menjadi modal penting dalam pelaksanaan tracer study. Komunikasi dengan alumni tidak hanya dilakukan ketika universitas membutuhkan pengisian kuesioner, tetapi berlangsung melalui berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi lulusan.
Data tracer study selanjutnya dapat digunakan untuk melihat perjalanan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, termasuk masa transisi menuju dunia kerja, kondisi pekerjaan, dan kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan profesional. Informasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi perguruan tinggi dalam mengembangkan pembelajaran maupun layanan pengembangan karier.
Dalam kegiatan tersebut, Hertiari juga berbagi pengalaman mengenai pengelolaan alumni di ITS. Salah satu praktik yang dikembangkan adalah inkubator kewirausahaan bagi alumni yang di danai oleh ADB dan ikatan alumni. Melalui program tersebut, alumni yang memilih jalur kewirausahaan dapat memperoleh pendampingan untuk mengembangkan usaha. Pendekatan ini memperluas perspektif mengenai layanan alumni, yang tidak hanya diarahkan kepada lulusan yang mencari pekerjaan, tetapi juga kepada mereka yang memilih membangun usaha.
Alumni yang telah bekerja maupun menjalankan usaha juga dapat dilibatkan dalam pengembangan jejaring perguruan tinggi, antara lain sebagai mentor, narasumber, mitra campus hiring, atau penghubung dengan dunia profesional.
Dalam konteks tersebut, ambassador alumni dapat menjadi salah satu penghubung komunikasi antara universitas dan lulusan. Keterlibatan tim tracer study fakultas, surveyor, dan ambassador menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi tersebut.
Kegiatan ini sekaligus menjadi forum berbagi praktik dan penyamaan persepsi bagi tim yang terlibat dalam pelaksanaan tracer study UNSRI. Pengalaman ITS menunjukkan bahwa pengelolaan alumni dapat dikembangkan tidak hanya untuk memperoleh data lulusan, tetapi juga untuk memberikan layanan setelah mereka menyelesaikan pendidikan. Bagi UNSRI, praktik tersebut menjadi salah satu referensi untuk terus mengembangkan hubungan dengan alumni melalui layanan karier, kewirausahaan, dan jejaring profesional.
Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Pendidikan Berkualitas
Kesetaraan Gender
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Industri, Inovasi dan Infrastruktur
Berkurangnya Kesenjangan
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan