Subdirektorat Alumni UNSRI

Follow Us

Berita Umum

  • Home
  • UNSRI Bentuk Ambassador Alumni, Perkuat Tracer Study dan Jejaring Lulusan
icon Berita Umum
icon 21 Jul 2026

UNSRI Bentuk Ambassador Alumni, Perkuat Tracer Study dan Jejaring Lulusan

Palembang, 21 Juli 2026 - Subdit alumni Universitas Sriwijaya (UNSRI) resmi membentuk Ambassador Alumni sebagai mitra strategis universitas dalam meningkatkan partisipasi Tracer Study sekaligus memperkuat jejaring lulusan. Program yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni (DKIA) melalui Subdirektorat Alumni tersebut melibatkan mahasiswa, alumni muda, organisasi kemahasiswaan, dan perwakilan seluruh fakultas sebagai penghubung antara universitas dengan alumninya.

 

Tracer Study merupakan salah satu instrumen penting bagi perguruan tinggi untuk memperoleh umpan balik dari lulusan mengenai transisi ke dunia kerja, mengevaluasi relevansi kurikulum, serta meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Semakin tinggi partisipasi alumni, semakin lengkap pula data yang dapat dimanfaatkan universitas dalam menyusun kebijakan akademik dan pengembangan institusi.

 

Direktur Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni (DKIA) Universitas Sriwijaya, Prof. Ir. Filli Pratama, M.Sc. (Hons)., Ph.D., membuka kegiatan sekaligus meresmikan pembentukan Ambassador Alumni UNSRI. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program tersebut merupakan inovasi yang baru pertama kali dilaksanakan di Universitas Sriwijaya.

 

"Ini merupakan program yang baru pertama kali kita laksanakan di Universitas Sriwijaya. Saya berharap Ambassador Alumni dapat menjadi jembatan komunikasi antara universitas dan alumni sehingga hubungan yang selama ini sudah terbangun dapat semakin kuat," ujar Prof. Filli.

 

Ia juga mengingatkan bahwa para Ambassador Alumni akan menjadi wajah Universitas Sriwijaya di ruang digital.

 

"Silakan berkreasi membuat konten yang menarik, tetapi sebelum dipublikasikan agar selalu dikoordinasikan terlebih dahulu dengan tim Subdirektorat Alumni. Kita ingin setiap informasi yang keluar tetap akurat, seragam, dan mencerminkan citra Universitas Sriwijaya," pesannya.

 

Materi utama disampaikan oleh Prof. Ir. Deris Stiawan, M.T., Ph.D., Kepala Subdirektorat Alumni Universitas Sriwijaya. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Tracer Study bukan sekadar kegiatan pendataan alumni, melainkan instrumen strategis yang memberikan gambaran mengenai masa tunggu lulusan memperoleh pekerjaan, kesesuaian bidang kerja dengan kompetensi yang dipelajari, hingga kebutuhan dunia kerja terhadap lulusan Universitas Sriwijaya.

 

"Tracer Study bukan hanya mengumpulkan data alumni. Data tersebut menjadi dasar bagi universitas untuk mengevaluasi kurikulum, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, dan menyusun kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," jelas Prof. Deris Stiawan.

 

Ia menambahkan bahwa data Tracer Study juga menjadi salah satu rujukan dalam berbagai proses peningkatan mutu perguruan tinggi, termasuk evaluasi program studi dan pengembangan layanan kepada mahasiswa.

 

Pada kesempatan tersebut, Prof. Deris juga memperkenalkan IAM UNSRI sebagai identitas gerakan alumni Universitas Sriwijaya.

 

"IAM UNSRI bukan sekadar sebuah platform, tetapi identitas bersama. Ketika seseorang mengatakan IAM UNSRI, artinya ia tetap menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Sriwijaya dan memiliki ruang untuk terus berkontribusi bagi almamater," ungkapnya.

 

Selain membahas aspek kebijakan dan pengembangan alumni, pelatihan juga membekali peserta dengan keterampilan komunikasi publik dan pemanfaatan media digital.

 

Materi tersebut disampaikan oleh Galih Primbodo, S.Pd., M.I.Kom., praktisi komunikasi dari PERHUMAS dan ASPIKOM.  Ia mengajak peserta memahami bahwa keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya informasi yang disampaikan, tetapi juga oleh kemampuan membangun kedekatan dengan audiens.

 

"Konten yang baik bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan yang jelas, relevan, dan mampu mengajak alumni untuk terlibat. Komunikasi yang konsisten akan membangun kepercayaan," jelas Galih.

 

Sementara itu, Krisna Murti, S.I.Kom., M.A., Kepala Divisi Humas Universitas Sriwijaya, memberikan materi mengenai komunikasi kelembagaan dan pengelolaan media digital.

 

"Sebagai Volunter Tracer Study dan User Survey serta Ambassador Alumni, Saudara membawa nama Universitas Sriwijaya. Karena itu, setiap konten harus memperhatikan etika komunikasi, akurasi informasi, dan identitas institusi sehingga mampu memperkuat reputasi UNSRI di ruang digital," katanya.

 

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi dengan para narasumber, berbagi pengalaman mengenai komunikasi dengan alumni di masing-masing fakultas, serta mengikuti praktik penyusunan konten digital untuk mendukung sosialisasi Tracer Study. Pada sesi akhir, peserta menyusun Action Plan Ambassador Alumni yang memuat sasaran alumni, strategi komunikasi, rencana publikasi, target peningkatan response rate Tracer Study, hingga mekanisme koordinasi dengan Subdirektorat Alumni untuk diimplementasikan di tingkat fakultas dan program studi.


Pelatihan tersebut menjadi langkah awal pembentukan jejaring Ambassador Alumni Universitas Sriwijaya di setiap fakultas sebagai mitra Subdirektorat Alumni dalam mendukung pelaksanaan Tracer Study, memperluas penyebaran informasi kepada alumni, serta memperkuat hubungan yang berkelanjutan antara Universitas Sriwijaya dan para lulusannya.