Subdit Alumni Bersama dengan Yayasan Sosial Pendidikan Pusri Membekali Siswa SMA Memilih Perguruan Tinggi dan Karier
PALEMBANG, 26 Agustus 2026 ââ¬â Perubahan dunia kerja membuat siswa perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar nama perguruan tinggi ketika menentukan pilihan setelah lulus SMA. Minat, kemampuan, perkembangan teknologi, dan kebutuhan dunia kerja menjadi sejumlah hal yang perlu diperhitungkan sejak awal. Hal tersebut menjadi pokok bahasan dalam Seminar Edukasi Karier yang merupakan kerja sama Subdit Alumni Universitas Sriwijaya (UNSRI) dan SMA Pusri Palembang, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut membekali siswa dengan strategi memilih perguruan tinggi sekaligus gambaran mengenai perubahan dunia kerja.
Acara dibuka resmi oleh ketua YSPP PUSRI Virgianti. S.psi dan dihadiri juga beberapa pejabat YSPP dan Kepala Sekolah SMA PUSRI. Salah satu materi disampaikan Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph.D., dari Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni UNSRI, melalui paparan bertajuk Jobs and the Future of Work. Dalam paparannya, Prof. Deris menjelaskan bahwa dunia kerja pada 2030ââ¬â2035 akan mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Sekitar 39 persen keterampilan yang digunakan saat ini diproyeksikan berubah sebelum 2030. Perubahan tersebut tidak serta-merta berarti teknologi akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia.
Teknologi dapat menggantikan sebagian tugas, membantu manusia menjalankan tugas tertentu, sekaligus menciptakan tugas dan pekerjaan baru. Karena itu, karier ke depan membutuhkan kemampuan untuk terus beradaptasi. Dalam materi tersebut, Deris menekankan gagasan bahwa karier bukan lagi satu profesi untuk sepanjang kehidupan kerja, melainkan proses adaptasi berkelanjutan. Sejumlah bidang yang diproyeksikan berkembang antara lain komputasi awan, keamanan siber, pengembangan aplikasi, mekatronika, sistem robotik, teknologi industri, hingga teknologi air.
Gambaran mengenai perubahan dunia kerja tersebut kemudian dikaitkan dengan keputusan siswa dalam memilih program studi. Melalui Materi Strategi Keterima di PTN 2027 yang di sampaikan oleh Dr. Meilinda, M.Pd Kasie Tracer study dan Pendataan Alumni, Siswa didorong tidak hanya mempertimbangkan popularitas perguruan tinggi, tetapi juga melihat peluang dan tingkat persaingan. Dalam materi persiapan masuk perguruan tinggi, siswa diperkenalkan dengan tiga informasi yang perlu dibaca secara bersamaan, yaitu daya tampung, jumlah peminat, dan rasio keketatan.
Siswa juga diajak menguji pilihan melalui dua pertimbangan, yakni fit dan feasibility. Fit berkaitan dengan kesesuaian minat, kekuatan akademik, dan tujuan karir. Sementara feasibility berkaitan dengan posisi kemampuan siswa, daya tampung program studi, dan kemampuan pembiayaan keluarga.Dari pertimbangan tersebut, siswa diperkenalkan dengan strategi tiga lapis dalam menyusun pilihan, yaitu ambisius, realistis, dan aman. Dengan strategi itu, seluruh pilihan tidak ditempatkan pada tingkat persaingan yang sama.
Selain jalur SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri, siswa memperoleh informasi mengenai sekolah kedinasan, pendidikan vokasi, perguruan tinggi swasta, serta peluang kuliah di luar negeri.Persiapan juga diarahkan untuk dimulai lebih awal. Dalam pembahasan SNBT, siswa diperkenalkan dengan tahapan penguasaan konsep, latihan pada bagian yang masih lemah, simulasi ujian, hingga persiapan menjelang tes.
Pada sesi refleksi, siswa diminta mencatat nilai rapor, hasil try out, program studi dan kampus yang dituju, estimasi skor yang dibutuhkan, serta selisih skor yang masih harus dikejar. Dengan cara tersebut, pilihan perguruan tinggi tidak berhenti sebagai daftar kampus yang ingin dimasuki. Siswa diarahkan untuk mengetahui posisi mereka saat ini dan menentukan persiapan yang perlu dilakukan.
Pendidikan Berkualitas
Kesetaraan Gender
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi