Hidupkan Kembali Semangat 'Big Port' Palembang, UNSRI Gandeng Konjen China Cetak Alumni Berstandar Internasional
MEDAN, 7 April 2026 - Universitas Sriwijaya (UNSRI) melakukan langkah diplomasi untuk memperkuat daya saing lulusannya di kancah global melalui kolaborasi erat dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat China (RRC) di Medan. Pertemuan resmi ini menjadi momentum penting karena mengungkap sisi historis yang mendalam, di mana Wakil Konsul Jenderal RRC, Bapak Song Jianming, secara khusus memberikan penghormatan terhadap posisi geografis dan sejarah Palembang di mata bangsa Tiongkok.
Dalam sambutannya Bapak Song Jianming mengungkapkan bahwa bagi masyarakat Tiongkok, Palembang sudah dikenal sejak zaman dahulu sebagai "Big Port" atau pelabuhan besar yang sangat strategis. Sejarah panjang perdagangan dan pertukaran budaya ini dipandang sebagai fondasi kokoh untuk membangun kerjasama baru di era modern, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten untuk mendukung pesatnya investasi industri China di wilayah Sumatera terutama Sumatera Selatan. Beliau menegaskan bahwa memori kolektif tentang kejayaan pelabuhan Palembang harus menjadi energi untuk menciptakan pertukaran sumber daya manusia yang berkualitas.
Menanggapi
pandangan historis tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan,
Kerjasama, Internasionalisasi, dan Alumni UNSRI, Prof. Dr. Eng. Ir. Joni Arliansyah,
M.T., yang didampingi oleh Prof.Ir. Deris Stiawan, Ph.D.,IPU Eng dan Ir.
Sabarudin, M.Sc.,Ph.D dari Direktorat Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni,
menegaskan kesiapan institusinya untuk mentransformasi alumni menjadi tenaga
kerja berstandar internasional. Sebagai perguruan tinggi yang kini berstatus
PTNBH dengan akreditasi Unggul, UNSRI memiliki tanggung jawab besar untuk
menjadi "pelabuhan" bagi pengembangan SDM yang mampu memenuhi
kebutuhan industri global. UNSRI akan memposisikan diri sebagai Hub/Concentrator
utama di Sumatera bagian selatan bagi perusahaan-perusahaan mitra Tiongkok.
Kehadiran Delegasi UNSRI ini juga mempertegas kesiapan operasional UNSRI dalam melakukan hal di atas. Bapak Sabar selaku Subdit Kerjasama menjelaskan bahwa sinergi ini akan diwujudkan melalui sinkronisasi kurikulum secara real-time. "Kami membangun database kebutuhan tenaga kerja yang terintegrasi agar materi di kelas selalu relevan dengan dinamika industri di lapangan, mulai dari sektor pertambangan hingga teknologi informasi" jelasnya. Rencana strategis yang akan dijalankan mencakup penyelenggaraan Special Recruitment Fair guna mempertemukan ribuan mahasiswa UNSRI langsung dengan perusahaan-perusahaan investasi China. Selain itu, UNSRI juga akan memperkuat kompetensi lulusan melalui pendirian pusat bahasa Mandarin serta pelatihan budaya kerja agar para alumni memiliki etos kerja yang sesuai dengan standar industri internasional. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa alumni UNSRI tidak hanya unggul secara akademis, namun juga siap beradaptasi dengan lingkungan kerja global yang dinamis.
Sinergi ini
tidak hanya berhenti pada tataran diskusi, namun akan segera diimplementasikan
melalui program magang serta kehadiran praktisi industri China untuk mengajar
di kampus melalui program praktisi mengajar. Kehadiran para pakar ini bertujuan
untuk memberikan wawasan langsung mengenai teknologi terbaru dan
profesionalisme kepada para mahasiswa. Puncak dari kolaborasi ini berupa
diadakannya ajang besar "Goes to China Industrial Expo" yang
dijadwalkan pada 12 - 16 Oktober 2026 mendatang. Acara tersebut diproyeksikan
menjadi panggung bagi perusahaan-perusahaan global untuk melakukan rekrutmen di
tempat (on-the-spot recruitment) sekaligus berbagi inovasi dengan
civitas akademika universitas Sriwijaya.
Strategi ini menurut, Prof. Deris dari Subdit Alumni merupakan langkah proaktif
UNSRI dalam memetakan kebutuhan spesifik sektor industri Tiongkok yang tengah
berkembang di Sumatera, mulai dari sektor pertambangan, manufaktur, hingga
teknologi informasi. Dengan membangun database kebutuhan tenaga kerja yang terintegrasi,
universitas dapat melakukan sinkronisasi kurikulum secara real-time
sehingga materi yang diajarkan di kelas selalu relevan dengan dinamika industri
di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu lulusan untuk
mendapatkan pekerjaan, sekaligus memberikan jaminan bagi investor akan
ketersediaan tenaga ahli lokal yang mumpuni. "Melalui
pusat bahasa Mandarin dan pelatihan budaya kerja, kami memastikan alumni siap
memasuki dunia kerja terutama industri Perusahaan China yang ada di Indonesia" ungkap beliau lebih lanjut.
Lebih jauh
lagi, kolaborasi ini direncanakan akan membawa para ahli dan praktisi dari
perusahaan-perusahaan mitra Konjen China untuk terjun langsung ke kampus
melalui sesi pendampingan khusus. Kehadiran para pakar ini bertujuan untuk
memberikan wawasan langsung mengenai etos kerja
dan penguasaan teknologi terbaru kepada mahasiswa. Dengan interaksi
langsung ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan bekal teori, tetapi juga
mentalitas profesional yang tangguh sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia
kerja yang kompetitif.
Sebagai penutup dari rangkaian kerjasama ini, UNSRI berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga iklim investasi yang positif melalui penyediaan SDM berkualitas. Upaya menghidupkan kembali semangat "Big Port" Palembang ini diharapkan menjadi percontohan nasional bagi sinergi antara dunia pendidikan dan diplomasi ekonomi. (DKIA, 08/04/2026)
Pendidikan Berkualitas
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Industri, Inovasi dan Infrastruktur
Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab