Hari Kedua UCCE 2026: Ketika ATS dan LinkedIn Menjadi Kunci Peluang Kerja
Palembang, 10 Juni 2026 - Sebelum sebuah Curriculum Vitae (CV) sampai ke tangan recruiter, tidak sedikit perusahaan memanfaatkan teknologi untuk membantu proses penyaringan awal kandidat. Kemampuan menyusun CV yang sesuai standar industri dan membangun identitas personal yang profesional menjadi keterampilan yang semakin penting bagi pencari kerja. Apalagi cara perusahaan menemukan dan menilai kandidat dalam proses seleksi, semakin terdigitalisasi.
Perubahan tersebut menjadi salah satu fokus utama pada hari kedua UNSRI Carnaval Career Expo (UCCE) 2026 yang mengusung tema "Career Skill, Interview Session & Networking Day" di Gedung Graha Kampus Bukit Universitas Sriwijaya, Rabu 10 Juni 2026. Melalui rangkaian workshop, konsultasi karier, dan simulasi rekrutmen, mahasiswa tingkat akhir dan alumni Universitas Sriwijaya diajak memahami perkembangan terbaru dalam proses pencarian kerja dan kebutuhan industri saat ini.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif sejak pagi hari. Pada sesi LinkedIn & Personal LinkedIn Review, peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya membangun identitas profesional digital dan mengoptimalkan profil LinkedIn agar lebih mudah ditemukan oleh recruiter. Dengan pendampingan dari narasumber ibu Lanny Wijaya selaku Head of Goverment and Public Sector for Indonesia at LinkedIn, peserta mempelajari berbagai strategi untuk meningkatkan visibilitas profesional, memperluas jejaring, dan memanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan karier.
Banyak peserta tampak langsung meninjau kembali profil LinkedIn mereka selama sesi berlangsung. Beberapa di antaranya memperbarui informasi pengalaman, kompetensi, hingga deskripsi profil setelah memperoleh masukan dari narasumber.
"Saya memahami bahwa LinkedIn bukan hanya media sosial profesional, tetapi juga sarana untuk membangun personal branding dan memperluas jaringan karier. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan lulusan saat ini dan membuat saya lebih percaya diri dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja," ujar Nabila Putri, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.
Antusiasme peserta berlanjut pada sesi Workshop CV ATS Friendly bersama Kinobi. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan konsep Applicant Tracking System (ATS), yaitu sistem yang digunakan banyak perusahaan untuk membantu proses penyaringan dokumen lamaran secara lebih efisien.
Melalui workshop tersebut, peserta mempelajari cara menyusun CV yang sesuai dengan praktik rekrutmen modern, mulai dari struktur dokumen, penulisan pengalaman dan pencapaian, hingga penyajian kompetensi yang relevan dengan posisi yang dilamar. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai berbagai kesalahan umum yang dapat mengurangi efektivitas CV dalam proses seleksi awal.
Ketika fasilitator menjelaskan bagaimana format tertentu dapat memengaruhi keterbacaan dokumen oleh sistem, sejumlah peserta tampak langsung membuka kembali CV mereka untuk melakukan penyesuaian.
"Selama ini saya pikir CV yang saya gunakan sudah cukup baik karena tampilannya menarik. Setelah mengikuti workshop ini, saya baru mengetahui bahwa beberapa format justru membuat ATS sulit membaca informasi yang ada di dalam CV. Saya langsung melakukan beberapa perbaikan berdasarkan masukan yang diberikan narasumber," kata Muhammad Alif Ramadhan, alumni Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya. Menurutnya, sesi tersebut memberikan perspektif baru mengenai proses rekrutmen yang selama ini jarang dipahami oleh pencari kerja.
"Kesempatan berdiskusi langsung dengan praktisi dan recruiter juga membantu saya memahami apa yang sebenarnya dicari perusahaan ketika melakukan proses seleksi kandidat," tambahnya. Selain pelatihan teknis, peserta juga mengikuti Career Clinic, layanan konsultasi yang menghadirkan konselor dan psikolog Universitas Sriwijaya. Melalui sesi ini, peserta dapat berdiskusi mengenai perencanaan karier, pengembangan potensi diri, hingga kesiapan menghadapi dunia profesional.
Pada sesi Career Counseling, CV Review, dan Campus Hiring Session, peserta memperoleh kesempatan untuk mendapatkan masukan langsung terkait CV yang dimiliki serta berdiskusi dengan recruiter dan mitra industri mengenai peluang karier dan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
Rangkaian
kegiatan hari kedua UCCE 2026 menunjukkan bahwa proses mencari kerja saat ini
tidak lagi hanya bergantung pada kemampuan akademik. Kemampuan membangun
identitas profesional, memahami proses rekrutmen digital, menyusun CV yang
efektif, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi bagian penting
dari kesiapan memasuki dunia kerja.
Bagi para peserta, pelajaran terbesar yang diperoleh hari itu bukan sekadar cara memperbaiki CV atau mempercantik profil LinkedIn. Mereka belajar bahwa memasuki dunia kerja kini bukan hanya soal memiliki kompetensi, tetapi juga memahami bagaimana kompetensi tersebut dikenali oleh teknologi dan industri yang terus berubah. Di tengah transformasi dunia kerja yang berlangsung semakin cepat, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci penting untuk membuka peluang karier di masa depan.
Tanpa Kemiskinan
Pendidikan Berkualitas
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan