Hari Kedua TUNAS 2026 di UNSRI, 708 Peserta Jalani Asesmen Talenta Unggul
Palembang, 30 September 2026, Pelaksanaan Tes Awal Program Talenta Unggul Nasional (TUNAS) 2026 di Universitas Sriwijaya (UNSRI) memasuki hari kedua, Rabu (30/9/2026). Setelah mengikuti rangkaian asesmen pada hari pertama, peserta kembali menjalani tes berbasis komputer dengan tuntutan konsentrasi, ketelitian, serta kemampuan mengelola waktu. UNSRI menjadi lokasi pelaksanaan TUNAS untuk klaster Sumatera Selatan. Selama dua hari, tercatat 708 peserta terjadwal mengikuti asesmen dalam lima sesi, dengan 423 peserta tercatat hadir berdasarkan rekapitulasi absensi. Pada Selasa (29/9), pelaksanaan berlangsung dalam tiga sesi dengan 422 peserta terjadwal dan 255 peserta hadir. Sementara pada Rabu (30/9), sebanyak 286 peserta terjadwal mengikuti dua sesi, dengan 168 peserta tercatat hadir. TUNAS menggunakan metode Computer-Based Assessment yang mengharuskan peserta mengikuti sejumlah tahapan dengan instruksi dan batas waktu berbeda. Peserta mengerjakan asesmen secara mandiri dan dituntut memahami instruksi sebelum menyelesaikan setiap bagian tes. Asesmen mencakup multidimensional intelligence, serta pengukuran spirit dan grit. Peserta juga mengikuti Productivity & Pressure Test dan Situational Judgement Test yang menguji daya tahan, konsistensi, kemampuan menghadapi tekanan, memahami persoalan, serta menentukan respons terhadap situasi tertentu. Bagi peserta, batas waktu menjadi salah satu tantangan dalam menyelesaikan setiap bagian asesmen. Salah seorang peserta TUNAS, mengatakan tantangan utama terletak pada kemampuan menjaga konsentrasi ketika harus menyelesaikan beberapa bagian tes dalam waktu terbatas. "Tesnya cukup menantang, terutama dalam mengatur waktu. Kita harus tetap tenang dan fokus karena setiap bagian memiliki batas waktu yang berbeda." Hal serupa disampaikan peserta lainnya. Menurutnya, asesmen tidak hanya menuntut kemampuan menjawab soal, tetapi juga kemampuan berpikir dan mengambil keputusan. "Bukan hanya soal bisa atau tidak menjawab soal. Kita juga dituntut untuk berpikir cepat, mengambil keputusan, dan tetap konsisten sampai tes selesai."
Menurut Nadia salah satu peserta, keikutsertaannya dalam TUNAS juga menjadi pengalaman untuk mengetahui bagaimana potensi individu dapat dipetakan dalam konteks kebutuhan talenta nasional. "Saya melihat TUNAS bukan sekadar tes. Ada proses untuk melihat potensi dan kemampuan kita, sehingga menarik untuk mengetahui bagaimana hasilnya nanti digunakan."
Di balik pelaksanaan asesmen, pengawas, tim asesmen, dan petugas pendukung bekerja memastikan setiap sesi berlangsung sesuai prosedur. Pengawas bertugas memantau jalannya tes, memastikan prosedur dipatuhi, serta membantu peserta ketika menghadapi persoalan selama pelaksanaan. Pengawasan juga dilakukan untuk memastikan peserta tidak membuka situs atau aplikasi lain, melakukan perekaman maupun tangkapan layar, serta mendokumentasikan materi asesmen. Sultan, salah seorang panitia pelaksana, mengatakan koordinasi menjadi bagian penting dalam menjaga setiap sesi berjalan sesuai ketentuan. "Yang paling penting adalah memastikan setiap sesi berjalan sesuai prosedur. Kami harus memastikan peserta mendapatkan informasi yang jelas, sementara kendala yang muncul bisa segera ditangani."
Menurut Ayu, peserta pada hari kedua terlihat semakin memahami mekanisme asesmen. "Kami melihat peserta semakin memahami alur pelaksanaan. Tugas kami memastikan kondisi ruang tetap kondusif sehingga peserta dapat berkonsentrasi mengerjakan tes."
Jumlah peserta yang cukup besar dan pelaksanaan yang terbagi dalam beberapa sesi membuat koordinasi antar tim menjadi salah satu perhatian utama. "Dalam kegiatan dengan jumlah peserta yang cukup banyak, koordinasi menjadi kunci. Pengawas, support, dan tim asesmen harus bergerak cepat ketika ada persoalan," ujar Deris
Petugas pendukung turut membantu menangani persoalan peserta dan melaporkan kendala teknologi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Tes TUNAS merupakan bagian dari proses membangun Database Talenta Unggul. Hasil asesmen diarahkan untuk memberikan gambaran berbasis data mengenai potensi peserta, yang selanjutnya dapat digunakan untuk identifikasi, pemetaan, pengambilan keputusan, serta pengembangan talenta. Program ini dirancang untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia pada delapan bidang strategis nasional, yaitu pangan, kesehatan, energi, hilirisasi dan industrialisasi, AI dan semikonduktor, material dan manufaktur maju, pertahanan, serta maritim.
Karena itu, asesmen di UNSRI bukan sekadar rangkaian tes bagi peserta. Di balik setiap sesi terdapat proses pemetaan untuk membaca potensi lulusan dan menghubungkannya dengan kebutuhan talenta pada bidang-bidang strategis. Bagi UNSRI, keterlibatan sebagai lokasi pelaksanaan TUNAS di Sumatera Selatan menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan talenta nasional berbasis data. Dari ruang-ruang ujian di UNSRI, proses pemetaan talenta unggul kini berlanjut ke tahap berikutnya. Hasil asesmen akan menjadi bagian dari basis data yang diharapkan dapat mempertemukan potensi lulusan dengan kebutuhan sumber daya manusia strategis Indonesia.
Pendidikan Berkualitas
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan