Subdirektorat Alumni UNSRI

Follow Us

Berita Umum

  • Home
  • Hari Kedua ICCN Summit 2026, Subdit Alumni UNSRI Pelajari Arah Baru Pengembangan Pusat Karir
icon Berita Umum
icon 16 Oct 2026

Hari Kedua ICCN Summit 2026, Subdit Alumni UNSRI Pelajari Arah Baru Pengembangan Pusat Karir

YOGYAKARTA, Perubahan kebutuhan industri menuntut perguruan tinggi meninjau kembali cara mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja. Pusat karier tidak cukup hanya menyediakan informasi lowongan, tetapi juga perlu memperkuat pengembangan talenta dan membangun hubungan yang berkelanjutan dengan dunia usaha.

Isu tersebut menjadi bagian dari pembahasan hari kedua Indonesia Career Center Network (ICCN) Summit 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pada hari Jumat tanggal 16 Oktober 2026. Delegasi Subdirektorat Alumni Universitas Sriwijaya (UNSRI) mengikuti rangkaian seminar karier, sesi panel, dan pertemuan dengan pemangku kepentingan industri. Delegasi UNSRI terdiri atas Kepala Subdirektorat Alumni Prof. Ir. Deris Stiawan, M.T., Ph.D.; Kepala Seksi Tracer Study dan Database Alumni Dr. Meilinda,M.Pd, Kasie Hubungan dan Kegiatan alumni DR. Kemas Husni Thamrin, M,M; serta Ayu Birka Ilma, STp dan R.M. Sultan Sulaiman, M.Si

Sesi seminar karier menghadirkan Vina Muliana, konten kreator sekaligus praktisi di bidang sumber daya manusia, dengan materi “Pengembangan Talenta dan Karier Masa Depan. Sesi tersebut dimoderatori Ir. Petiana Indriati, M.M., Wakil Sekretaris Jenderal ICCN.  Kehadiran Vina membawa perspektif pengembangan karier melalui pendekatan yang dekat dengan generasi muda karena Vina merupakan salah satu konten kreator yang dikenal dengan edukasi seputar karier dan dunia kerja. Vina menyampaikan tentang bagiamana pendekatan perguruan tinggi dalam mempersiapkan mahasiswa dan alumni yang dominan generasi Z agar mampu mengenali potensi diri, membangun kompetensi, serta merespons perubahan kebutuhan pekerjaan. Penting bagi  layanan karier untuk memberi ruang bagi pengembangan diri dalam bentuk tugas-tugas yang tidak mengapa sedikit menuntut namun dapat menumbuh kembangkan kemampuan mahasiswa dan alumni, bukan semata-mata menyampaikan informasi rekrutmen. Agenda berikutnya adalah sesi panel yang menghadirkan Dr. Maulana Rezi Ramadhana, S.Psi., M.Psi., dari Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Telkom University, serta Lieke Roosdianti Pangkey, Direktur Eksekutif Forum Human Capital Indonesia (FHCI). Sesi ini dimoderatori Koordinator Wilayah ICCN. Dalam materinya Maulana menjelaskan tentang bagaimana keterlibatan unsur perguruan tinggi dan human capital dalam menempatkan pengembangan karier pada konteks hubungan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi perlu memahami perkembangan karier lulusannya, sementara perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Hubungan antara perguruan tinggi, alumni dan perusahaan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pusat karier. Informasi dari alumni dan pengguna lulusan yang didapat dari Tracer Study, User Survey maupun survey-survey lainnya yang didapat saat campus hiring atau saat pengguna memanfaatkan layanan pusat karir,  dapat menjadi bahan untuk mengevaluasi layanan, sedangkan komunikasi dengan perusahaan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan kompetensi dan peluang kolaborasi. Rangkaian hari kedua juga mencakup Industry Gathering Employer Meeting yang melibatkan Dinas Tenaga Kerja Daerah Istimewa Yogyakarta, pelaku usaha lokal DIY, dan sponsor. Sesi tersebut dimoderatori Lia Marlia, S.Sos., M.I.Kom., dari Telkom University/ICCN. Pertemuan dengan pemangku kepentingan industri merupakan ruang untuk mempertemukan pengelola pusat karier dengan pihak yang memiliki kebutuhan tenaga kerja. Kolaborasi semacam ini dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan rekrutmen di kampus, pembekalan karier, mentoring, dan bentuk kemitraan lainnya sesuai kebutuhan masing-masing pihak. Bagi Subdit Alumni UNSRI, penguatan komunikasi dengan mitra industri relevan dengan upaya memperluas akses mahasiswa dan alumni terhadap peluang kerja. Kemitraan juga dapat membantu perguruan tinggi memperoleh masukan mengenai kebutuhan pengguna lulusan. Selain jejaring industri, data alumni merupakan sumber informasi penting untuk mengevaluasi layanan karier. Tracer study dan survei pengguna lulusan (user survey) dapat memberikan gambaran mengenai kondisi lulusan, perkembangan karier, serta relevansi kompetensi dengan kebutuhan pekerjaan. Pemanfaatan data tracer study dan user survey perlu diikuti dengan tindak lanjut yang jelas. Hasil tracer study, misalnya, dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pembekalan karier, sedangkan hasil survei pengguna lulusan dapat menjadi masukan untuk memperkuat hubungan dengan perusahaan dan mengevaluasi kesiapan lulusan. Pendekatan tersebut menempatkan pengelolaan data bukan hanya sebagai kegiatan pendataan, tetapi juga sebagai bagian dari proses perbaikan layanan pusat karir dan alumni. Alumni memiliki potensi untuk berkontribusi lebih luas dalam pengembangan karier di perguruan tinggi. Selain menjadi penerima layanan, mereka dapat terlibat sebagai mentor, narasumber, penghubung dengan perusahaan, maupun mitra dalam membuka peluang profesional bagi lulusan berikutnya. Partisipasi Subdit Alumni UNSRI dalam ICCN Summit 2026 menjadi kesempatan untuk mempelajari perkembangan pengelolaan pusat karier dan mempertimbangkan pendekatan yang relevan bagi UNSRI. Tantangannya adalah menghubungkan pengelolaan data, pendampingan karier, dan kemitraan industri dalam program yang menjawab kebutuhan mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan. Hari kedua ini tim subdit alumni belajar bahwa hubungan yang baik antara alumni-kampus-mitra industri akan banyak membantu pusat karier dalam memperluas perannya yang tidak hanya membantu lulusan mengakses kesempatan kerja, tetapi juga mendukung pengembangan profesional mereka secara berkelanjutan.