CDC UNSRI Bahas Masa Depan Dunia Kerja di Era AI, Hadirkan Pakar dari Arab Saudi
PALEMBANG, Universitas Sriwijaya â Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara perusahaan menjalankan pekerjaan, merekrut tenaga kerja, dan menentukan kompetensi yang dibutuhkan. Perubahan itu menjadi perhatian Career Development Center (CDC) Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui seminar bertajuk âFuture Work with Artificial Intelligenceâ.
Seminar digelar di Gedung LB Prof. Djuaini Moekti, Kampus UNSRI Bukit, Palembang, Selasa (11/8/2026), dengan menghadirkan Prof. Dr. Rahmat Budiarto dari Al Baha University, Arab Saudi, sebagai pembicara. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dan alumni UNSRI dari berbagai program studi.Dalam pemaparannya, Rahmat membahas perkembangan AI dan pengaruhnya terhadap dunia kerja, termasuk perubahan dalam proses perekrutan serta meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan teknologi. Perusahaan kini dapat memanfaatkan AI untuk membantu berbagai pekerjaan, termasuk mengolah informasi, menganalisis data, dan mendukung proses seleksi calon pekerja. Perubahan tersebut pada saat yang sama membuat pencari kerja perlu memahami teknologi sekaligus memiliki kemampuan yang tidak mudah digantikan oleh otomatisasi.
Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memecahkan masalah, berpikir kritis, dan mengambil keputusan menjadi semakin penting. Kemampuan tersebut melengkapi kompetensi teknis yang diperoleh melalui pendidikan formal.Perkembangan AI sering kali memunculkan kekhawatiran mengenai berkurangnya lapangan pekerjaan akibat otomatisasi. Namun, teknologi tersebut juga membuka peluang bagi munculnya jenis pekerjaan dan pola kerja baru. Karena itu, mahasiswa perlu memandang perubahan teknologi tidak sebagai ancaman, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan kerja yang harus dipahami.
Kemampuan menggunakan perangkat AI saja tidak cukup. Mahasiswa perlu mengetahui kapan teknologi tersebut dapat digunakan, bagaimana memanfaatkannya secara tepat, serta bagaimana menggabungkannya dengan kemampuan manusia dalam menghasilkan solusi. Hal ini membuat proses belajar tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan pendidikan tinggi. Perubahan kebutuhan industri menuntut lulusan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya sepanjang perjalanan karier.
Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, pemahaman mengenai perkembangan tersebut dapat membantu mereka menentukan kompetensi yang perlu dikembangkan sejak berada di bangku kuliah. Kehadiran Rahmat dari Al Baha University memberikan perspektif berbeda dalam pembahasan mengenai masa depan pekerjaan. Sebagai akademisi di Arab Saudi, Rahmat membawa pengalaman mengenai bagaimana perkembangan teknologi berhubungan dengan perubahan kebutuhan kompetensi di lingkungan pendidikan dan dunia kerja di luar negeri saat ini.
Perspektif tersebut menjadi relevan karena perkembangan teknologi dan pasar kerja semakin terhubung secara global. Lulusan perguruan tinggi tidak hanya bersaing untuk pekerjaan di daerah atau negaranya sendiri, tetapi juga memiliki peluang untuk memasuki lingkungan kerja yang lebih luas. Bagi mahasiswa UNSRI, paparan dari akademisi luar negeri dapat menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan karier dari sudut pandang yang lebih luas sekaligus memahami bahwa kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja terus berkembang.
Seminar âFuture Work with Artificial Intelligenceâ merupakan bagian dari program CDC by Subdit Alumni UNSRI Soft Skill yang diselenggarakan Subdirektorat Alumni UNSRI. Program tersebut diarahkan untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa dan alumni mengenai keterampilan pendukung karier yang melengkapi kompetensi akademik. Topiknya mencakup kemampuan komunikasi, pengembangan diri, adaptasi teknologi, dan kesiapan menghadapi dinamika pekerjaan.
Bagi mahasiswa, kegiatan semacam ini memberikan ruang untuk mengenali perubahan kebutuhan dunia kerja sebelum mereka menyelesaikan pendidikan. Sementara bagi alumni, forum tersebut dapat menjadi sarana untuk melihat kembali kompetensi yang perlu diperbarui seiring perkembangan teknologi. Melalui kegiatan tersebut, CDC UNSRI tidak hanya memperkenalkan perkembangan teknologi, tetapi juga mengajak mahasiswa dan alumni memahami implikasinya terhadap pilihan karier dan kompetensi yang perlu mereka bangun.
Pada akhirnya, tantangan di era AI bukan hanya bagaimana menggunakan teknologi, melainkan bagaimana manusia tetap mampu memberikan nilai melalui kemampuan berpikir, beradaptasi, berkolaborasi, dan mengambil keputusan. Bekal tersebut menjadi penting bagi mahasiswa dan alumni UNSRI untuk menghadapi dunia kerja yang terus berkembang, sekaligus memanfaatkan AI sebagai alat untuk memperluas peluang, bukan sekadar melihatnya sebagai ancaman terhadap pekerjaan.
Tanpa Kemiskinan
Tanpa Kelaparan
Pendidikan Berkualitas
Industri, Inovasi dan Infrastruktur
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan